Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah menambah penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) untuk periode Oktober hingga Desember 2025. Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, total anggaran tambahan BLT mencapai sekitar Rp30 triliun. Dana tersebut berasal dari efisiensi dan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 guna memperkuat perlindungan sosial masyarakat berpendapatan rendah.

Baca juga:
Uang Lama Dicabut BI? Begini Cara Tukarnya Sebelum 2028

Sebanyak 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM) akan memperoleh bantuan ini, terdiri atas 20,9 juta KPM penerima penebalan bantuan dan 14,1 juta KPM penerima baru. Setiap keluarga akan mendapatkan Rp300.000 per bulan, yang disalurkan sekaligus untuk tiga bulan. Mekanisme penyaluran dilakukan melalui Pos Indonesia bagi 17,2 juta KPM dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk 18,3 juta KPM. Penyaluran bantuan dijadwalkan mulai Senin, 20 Oktober 2025.

Baca juga:
Warga Jakarta Terancam Sulit Dapat Makam, Pemprov Cari Solusi
ADVERTISEMENT
SCROLL FILA BA NOTISIA

Tambahan BLT ini diharapkan dapat menstimulasi aktivitas ekonomi riil melalui peningkatan daya beli masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025, serta memperkuat perlindungan sosial bagi sekitar 140 juta jiwa di kelompok desil rendah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, program tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan membantu menjaga daya beli di tengah proses pemulihan ekonomi nasional.

Baca juga:
Cikande Bersih dari Radiasi Cs-137, Zona Nonindustri Masih Berisiko