Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengkaji berbagai solusi untuk mengatasi krisis lahan makam yang diprediksi mencapai titik maksimal pada 2025. Dari total 80 tempat pemakaman umum (TPU) di Jakarta, 69 di antaranya sudah hampir penuh dan hanya 11 TPU yang masih bisa melayani warga, seperti TPU Rawa Terate, Cipayung, Cilangkap, dan Tegal Alur.

Baca juga:
Uang Lama Dicabut BI? Begini Cara Tukarnya Sebelum 2028

Krisis keterbatasan lahan makam ini dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya warga enggan menjual tanah untuk TPU karena khawatir nilai properti turun, serta harga lahan di Jakarta yang sangat tinggi sehingga sering terkendala anggaran. Selain itu, dalam sepuluh tahun terakhir, penambahan lahan makam hanya naik 3,5 persen, sedangkan rata-rata angka kematian di Jakarta mencapai 110-150 orang per hari.

Baca juga:
35 Juta Keluarga Dapat BLT Tambahan, Cair Sekaligus 3 Bulan
ADVERTISEMENT
SCROLL FILA BA NOTISIA

Sebagai langkah solusi, Pemprov DKI menyiapkan beberapa opsi seperti sistem pemakaman tumpang untuk keluarga inti, penataan ulang area TPU yang kosong, serta pemanfaatan lahan bekas TPU khusus COVID-19 seperti Rorotan dan Tegal Alur. Pemprov juga menjajaki kerja sama dengan daerah penyangga seperti Depok, Bekasi, dan Tangerang untuk penyediaan lahan makam baru. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut Dinas Pertamanan kini tengah mengidentifikasi lokasi yang memungkinkan untuk dijadikan TPU

Baca juga:
Cikande Bersih dari Radiasi Cs-137, Zona Nonindustri Masih Berisiko